Program JARING akan Percepat Pembiayaan BNI ke Sektor Kelautan & Perikanan

Written By : BNI
Publish Date : 2015-05-07

Jogjakarta, 19 Oktober 2016BNI sukses menyalurkan 1.123 bantuan sosial PKH Non Tunai dari program Kementrian Sosial di “Bumi Bung Karno” yang tersebar di 3 Kecamatan yaitu Kec. Sukorejo, Kec. Kepanjen Kidul dan Kec. Sanan Wetan yang meliputi 21 Kelurahan/Desa. Salah satu mekanisme penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai adalah dengan menggunakan Warung Gotong Royong Elektronik Kelompok Usaha Bersama (E-Warong KUBE) PKH Non Tunai, atau wadah usaha berbasis koperasi yang didukung oleh konsep Branchless Banking BNI (Agen46) dan Rumah Pangan Kita dari BULOG).

Peresmian e-Warong KUBE PHK Non Tunai di Blitar dilaksanakan pada hari Sabtu (22 Oktober 2016. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto. Suprajarto juga menjadi Koordinator Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai dari Bank-bank Milik Negara (HIMBARA).

Penyaluran PKH non tunai kali ini menggunakan pola baru berupa layanan produk dan jasa perbankan BNI dari sebelumnya yang diberikan tunai melalui Kantor Pos. Pada pola baru ini, penerima manfaat PKH mendapatkan buku tabungan sekaligus Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dimana di dalam kartu tersebut berisi nominal sejumlah uang bantuan sosial dari Kementrian Sosial, atau dengan kata lain KKS tersebut berfungsi sebagai kartu Debit ATM bagi penerima PKH.

Salah satu keunggulan utama KKS adalah terdapat dua sistem yang tertanam di dalamnya, yaitu tertanam sistem tabungan dan juga sebagai e-Wallet. Dimana e-Wallet tersebut dapat digunakan berbelanja bahan kebutuhan pokok sembako. Dengan dua fungsi tersebut, penerima manfaat bantuan sosial PKH dapat membelanjakan dana bantuan sosial atau berupa pembelian bahan kebutuhan pokok, atau menarik dana bantuan sosial secara tunai.

Dalam penyaluran PKH non Tunai ini, BNI mengembangkan sistem branchless banking dengan menggandeng e-Warong KUBE PKH sebagai agen Laku Pandai yang dinamakan agen46 BNI.

e-Warong KUBE PKH merupakan koperasi yang dibentuk oleh Kementrian Sosial (dhi Dinas Sosial Kab/Kota) yang beroperasi sesuai konsep Rumah Pangan Kita yang dikembangkan oleh BULOG. e-Warong KUBE ini berjualan barang kebutuhan pokok/sembako berupa beras, minyak goreng, tepung terigu, gula yang disuplai secara kontinyu oleh BULOG, bagi anggota koperasi yang merupakan penerima manfaat PKH.

Sementara Agen46 merupakan agen individu yang ditunjuk oleh BNI sebagai kepanjangan tangan BNI dalam melakukan layanan perbankan sederhana seperti tarik tunai tabungan, setoran tabungan, transfer antar rekening, pembelian pulsa serta pembayaran rekening listrik, Dengan demikian, pada satu e-Warong KUBE, tertanam fungsi sebagai penjual bahan kebutuhan pokok (Rumah Pangan Kita) sekaligus juga berfungsi sebagai Branchless Banking (sebagai Agen46), sehingga menjadi sebuah perpaduan yang lengkap.

“Apabila ada sisa dana dari pengambilan dana bantuan sosial, BNI memastikan dananya tersimpan sebagai tabungan, sehingga akan mendapatkan bunga dan tidak hilang. Seluruh e-Warong KUBE adalah Agen46 yang telah kami lengkapi dengan aplikasi minimarket yang terintegrasi, sehingga akan memudahkan proses penjualan dan pemesanan barang,” ujar Suprajarto.

Dengan dukungan sistem dari BNI ini, penyaluran bantuan sosial yang diterima masyarakat akan dilakukan secara non tunai, dimana bantuan sosial akan langsung masuk ke rekening penerima manfaat dan selanjutnya dapat digunakan untuk membeli barang yang telah ditetapkan di e-Warong KUBE PKH, melakukan tarik tunai, atau tetap disimpan di dalam Tabungan. KKS juga dapat difungsikan sebagai kartu Debit yang dapat bertransaksi di ATM. Pemilik KKS yang merupakan penerima manfaat Bantuan Sosial dapat mencairkan bantuan dari pemerintah tersebut di seluruh jaringan e-Warong KUBE PKH, seluruh outlet dan ATM BNI.

Pemimpin BNI Wilayah Malang Yessy Kurnia mengungkapkan, penyaluran di Kota Blitar ini merupakan piloting project BNI dalam penyaluran program Bansos PKH Non Tunai yang dibagi menjadi 5 titik penyaluran melalui 4 e-Warong (e Warong AL Hikmah pengelola Sri Kholifah, e-Warong Manfaat Barokah pengelola ibu Yuninarti, e-Warong Al Awalu Al Barokah pengelola ibu Rokhminarti, e-Warong Intan Barokah pengelola ibu Endah Setyowati) dan 1 Agent BNI 46 milik ibu Surijati.

Beberapa testimony dari penerima PKH menyatakan bahwa penyaluran kali ini lebih fleksibel, dan praktis baik dari waktu penyaluran maupun penggunaan uangnya bahkan masyarakat diberikan opsi apakah uang tersebut langsung diambil atau disimpan di tabungan. Jika penerima PKH menghendaki di simpan di tabungan maka penerima PKH bisa mengambilnya kapan saja melalui jaringan e-Warong, Agent 46 BNI, ATM BNI dan Outlet BNI disesuaikan dengan kebutuhannya.

Sebelumnya, peresmian e-Warong KUBE PKH dan uji coba KKS telah dilakukan oleh BNI bersama Kementerian Sosial RI, di 19 kota, yaitu Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, DKI Jakarta, Solo, Boyolali, Semarang, Bogor, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Bandung, Kediri, Probolinggo, Pasuruan, Denpasar, Cimahi, dan Batu.

Pada piloting penyaluran bantuan di Blitar kali ini, penyaluran bantuan sosial dan subsidi dilaksanakan secara lengkap dari pengambilan dana hingga ke transaksi pembelian barang-barang kebutuhan pokok. Pengelola e-Warong KUBE dan penerima manfaat PKH diajak untuk bertransaksi dengan menggunakan KKS dan mesin Electronic Data Capture (EDC). Dengan KKS dan EDC itu, penerima manfaat akan memperoleh informasi saldo dana bantuan sosial dan subsidi yang mereka miliki, menarik sebagian dana bantuan atau kemudian membelanjakan dana bantuan tersebut di e-Warong KUBE PKH.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Kiryanto, Corporate Secretary BNI

Telp: 021-5728387, Email : bni@bni.co.id

OJK
OJK

TUTUP REKENING

BUKA REKENING

SETORAN TUNAI

TARIKAN TUNAI